Ngopi di Rumah ala Kedai Kopi Tjap Giling

March 07, 2018

Setelah beberapa waktu tertunda, akhirnya kali ini sempat juga meneruskan serial cerita ngopi perjalanan #KELANAKOPI. Kali ini destinasinya adalah salah satu kedai kopi lokal di Malang bernama @kopi_tjapgiling. Sebuah kedai kopi sederhana yang bikin betah karena suasana ala 'ngopi di rumah'nya. Konsep tempatnya beneran dibikin homey, desain interior dan eksteriornya dipertahankan tetap bernuansa 'rumah'. Lokasinya agak 'tersembunyi', karena berada di tengah perkampungan warga dengan eksterior yang sama sekali nggak tampak layaknya kedai kopi atau coffeeshop. Tapi jangan kuwatir, bisa ikutin petunjuk di Google Maps yang super gampang, nggak mungkin bikin kesasar kok.

suasana di bar
Kesan ketika pertama kali masuk ya kayak lagi mau bertamu di rumah orang gitu. Nuansa vintage-nya juga amat kental, didukung beberapa barang antik yang dipajang di beberapa sudut, dan juga meja kursi jadulnya. Di pojok belakang ruangan, ada meja bar yang nggak terlalu besar, cukup lah untuk 5 sampe 6 orang yang pingin menikmati kopinya sambil ngobrol dengan barista-baristanya yang ramah, Mas Handoko dan Mas Benny. Untuk proses menyeduhnya, alat-alat manual menjadi senjata utama. Tapi tentunya tak jadi soal, karena penyeduhnya sudah cakap mengoperasikannya.

espresso in the making

espresso, es kopi, dan galauincinno
Ada banyak pilihan coffee beans dari seantero nusantara yang bisa dicicipin di sini. Ditaruh di toples-toples kaca yang berjajar rapi di depan meja bar, dengan ragam warna, bentuk, aroma, dan tentu juga rasanya. Bukan penggemar single origin? Tenang aja, pilihan menu kopi dengan susunya juga ada banyak. Salah satu yang harus dicoba adalah menu Galauincinno. Nggak cuma namanya aja yang unik, rasanya lebih unik lagi! Minuman ini terlahir dari campuran cairan kopi, susu, vanilla, dan gula jawa. Sensasinya kayak lagi minum kopi dawet!


galauincinno, es kopi penghilang galau
Sempat nyobain cappuccino juga, yang tersaji cantik di dalam cangkir bernuansa vintage, persis sama koleksi cangkirnya ibuk di rumah. Lalu pesan juga Es Kopi yang dibikin dari kopi filter dicampur susu, prosesnya agak unik karena kopi filter yang masih panas langsung dituangkan ke wadah yang di dalamnya udah ada es batunya. Dengar-dengar itu adalah salah satu teknik brewing dari Jepang, tujuannya buat menghentikan proses ekstraksi kopi supaya rasanya nggak berubah lagi. Satu menu terakhir yang kami pesan waku itu adalah menu non-coffee based: ice green tea yang agak kelewat manis. Beruntungnya lagi, waktu itu kami datang berbarengan dengan sesi praktek baristanya bikin espresso, jadi lah kami pun ikut kebagian icip-icip juga. Sekalian sambil menyimak obrolan seputar espresso dan mengamati proses bikin espresso pake alat rockpresso. 

Suasana yang tenang dan hangat bikin acara ngopi di Kedai Tjap Giling ini menyenangkan. Terkadang justru di kedai-kedai kopi sederhana seperti ini kita bisa menikmati seduhan kopi dengan nyaman, sekaligus nambah ilmu karena manusia-manusia di dalamnya pasti senang berbagi obrolan tanpa terlalu peduli prestise. Karena seringkali kita lupa, kopi itu kan untuk dinikmati, bukan cuma untuk dijadiin bahan pamer kanan kiri. Poin terakhir yang bikin senang adalah, harga-harga di sini super terjangkau, dan pastinya bebas biaya parkir!

cangkirnya vintage



You Might Also Like

0 comments